Sosial Media

twiiter

youtube

instagram

Friday, 12 August 2016 15:13

Pejuang ’45 Perang Lawan Penjajah, Pejuang masa kini Perang Lawan Narkoba

Pejuang ’45 Perang Lawan Penjajah, Pejuang masa kini Perang Lawan Narkoba Ilustrasi

Oleh : Sumaryanto

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno.

Kutipan kata-kata Bung Karno Sang Proklamator seolah menjadikan “cemeti” bagi kita generasi penerus bangsa bahwa perjuangan tak akan pernah berakhir, perjuangan yang terbesar ialah mempertahankan negeri ini, bebas dari “penjajahan jenis baru” yang tanpa sadar telah merenggut kebebasan kita berekspresi, berkarya, berprestasi.

Sebut saja narkoba, pornografi, korupsi dan maksiat lainnya, yang tak hanya membuat Sang Pencipta murka, namun telah pula menjangkiti “pejuang-pejuang masa kini”, menggerogoti tiada henti, namun mirisnya, musuh terbesar ini seakan menjadi “selimut” bagi kita, tak sadar pengaruh negatif yang sangat besar, kita seolah nyaris terbiasa oleh kemaksiatan itu. Tak berlebihan jika penulis mengatakan negeri ini sedang “sakit namun merasa sehat”. Inilah penjajah gaya baru yang tak jelas batang hidungnya, namun dampaknya sungguh terasa bagi orang-orang berakal sehat.

Rasulullah Muhammad s.a.w bersabda “Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka hendaklah dia mencegah dengan tangannya, sekiranya dia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan sekiranya dia tidak mampu (juga), maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah keimanan.” (Riwayat Imam Muslim dalam Sahihnya dari hadis Abu Said r.a).

Penulis sedang mengingatkan diri sendiri, jika saja setiap ada kemaksiatan apapun dapat kita cegah, baik dengan kekuasaan kita, atau tulisan kita, ataupun jika memang sangat tidak memungkinkan untuk berbuat apa-apa, tinggalkanlah dan ingkari dalam hati bahwa apapun bentuk kemaksiatan, narkoba, pornografi, korupsi itu salah dan dilarang oleh agama manapun di muka bumi ini. Karena ini adalah bentuk perjuangan masa kini, perjuangan tiada henti yang telah diwariskan para pejuang pendahulu kita.

Seperti para penjajah, awalnya mereka hanya berdagang dengan penduduk pribumi, namun lama-kelamaan, mereka memonopoli perdagangan, sebelum akhirnya menjajah dengan liciknya. Demikian pula dengan narkoba, awalnya pengedar memberikan dengan cuma-cuma, namun setelah ketergantungan, mereka akan menjualnya dengan harga yang tinggi, dan selanjutnya memaksa kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, hingga akhirnya narkoba telah menjangkit dalam tubuh kita, merusak organ dalam kita, menjajah otak kita, entah mati muda, atau menjalani sisa hidup dengan menderita.

Tidak berlebihan rasanya, jika generasi penerus memegang teguh pesan-pesan para pahlawannya, jika seorang umat beragama mengikuti ajaran kitab sucinya, dan jika seorang pelajar memberikan prestasi untuk kedua orang tuanya.

Tidak berlebihan jika semangat perjuangan yang telah digelorakan para pahlawan di medan laga, jiwa raga, harta benda, semua yang berharga telah dikorbankan demi merdeka dari penjajah, kita lanjutkan dengan PERANG MELAWAN NARKOBA DAN SEGALA BENTUK PENJAJAHAN JENIS BARU LAINNYA.

Merdeka dari Narkoba, atau Mati dalam cita-cita.
Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.

#stopnarkoba.


Penulis adalah staff Media Penyiaran BNN

Read 20060 times Last modified on Monday, 15 August 2016 10:42
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…