Sosial Media

twiiter

youtube

instagram

Thursday, 20 April 2017 08:47

BNN Kota (BNNK) Kuningan dan RRI Cirebon Kampanyekan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

BNN Kota (BNNK) Kuningan dan RRI Cirebon Kampanyekan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika BNNK Kuningan

CegahnarkobaKuningan prihatin dengan keadaan darurat narkoba di Indonesia khususnya wilayah ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka,  Kuningan),  RRI Cirebon menghadirkan BNN KOTA (BNNK) KUNINGAN untuk menginformasikan Pencegahan, Pemberantasan Penyelahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Rabu (19/4) di ruang pro 1 Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Cirebon.

Acara yang  bertajuk strategi pencegahan dan pemberdayaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini menghadirkan narasumber Edi Heryadi, M.Si selaku kepala BNNK Kuningan dan Agus Mulya Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat didampingi oleh penyuluh Novy Khusnul Khotimah.

Menurut Edi, penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah tinggi. Di Jawa Barat sendiri sudah mencapai prevalensi 2,42% dari 45 juta penduduk. Sehinga perlu penanganan yang segera terutama partisipasi dari berbagai elemen masyarakat mulai dari pemerintah, pendidikan, swasta, dan masyarakat secara umum.

Dari acara yg berlangsung sejak pukul 09.00 sampai dengan 10.00 WIB ini memancing dialog interaktif pendengar yang menanyakan ketakutan lapor untuk rehabilitasi karena takut ditangkap polisi.

Edi menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika pasal 54 yaitu Penyalahguna yang lapor secara suka rela tidak dipenjara  berbeda jika tidak melaporkan diri malah bisa dipenjara.

Sebelum acara berakhir Edi menyampaikan 6 (enam) pesan dari Presiden Joko Widodo antara lain :

  1. Sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, harus bergerak bersama, bersinergi. “Semua kementerian lembaga menghilangkan ego sektoral, semuanya keroyok rame-rame.
  2. Nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba. “Tapi juga penanganan hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan-jaringan yang terlibat
  3. Tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk ke mana-mana. “Tutup celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun Di bandara maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita.
  4. Presiden meminta agar kampanye kreatif bahaya narkoba terus digaungkan terutama untuk kalangan muda.
  5. Perlu ditingkatkan pengawasan yang ketat pada lapas sehingga Lapas tidak dijadikan pusat penyebaran dan peredaran narkoba. “Sudah saya sampaikan kepada Kepala BNN bahwa pengawasan yang sangat ketat terhadap Lapas, terutama Lapas narkoba itu betul-betul harus dilakukan
  6. Terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba. program rehabilitasi harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba bisa betul-betul terputus.(NK)

#stopnarkoba

Read 48142 times Last modified on Thursday, 20 April 2017 09:27
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…