Sosial Media

twiiter

youtube

instagram

Wednesday, 16 March 2016 12:42

Mempersiapkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas

Mempersiapkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas https://statik.tempo.co/?id=349834&width=620

Oleh :  Yuliana Triyani asih

 

Dunia pendidikan sesungguhnya sebuah proses yang sedang mempersiapkan peserta didik menuju Indonesia Emas. Kualitas sumberdaya manusia adalah aset berharga,  terutama peserta didik yang akan memasuki usia produktif di tahun 2030, Usia produktif tersebut tidak akan menjadi bonus demografi apabila terlibat kenakalan remaja atau terjerumus ke penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan narkoba juga berpengaruh pada tubuh dan mental-emosional para pemakaianya. Jika semakin sering dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebih maka akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial di dalam masyarakat. Pengaruh narkoba pada remaja bahkan dapat berakibat lebih fatal, karena menghambat perkembangan kepribadianya. Narkoba dapat merusak potensi diri, sebab dianggap sebagai cara yang “wajar” bagi seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari.(Sumber : Buku : Advokasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, BNN RI, 2009).

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI tahun 2014 edisi tahun 2015, melakukan kajian tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan tercatat jumlah tersangka kasus narkoba berdasarkan tingkat pendidikan, yaitusebanyak 7.058 untuk tingkat SD, sebanyak12.257 untuk tingkat SLTP, sebanyak 22.378 untuk tingkat SLTA dan sebanyak 1.178 untuk Perguruan Tinggi.

Selain itu, tercatat jumlah tersangka kasus narkoba berdasarkan kelompok umur di tahun 2014, yaitu sebanyak 130 untuk usia <16 tahun, sebanyak 2.244 untuk usia 16-19 Tahun dan terbanyak  6.489 untuk usia 20 – 24 Tahun.

(sumber: Laporan Akhir Tahun BNN edisi tahun 2015).

Kenakalan remaja atau pelajar dapat dilihat dari beberapa Faktor diantaranya individu sendiri, lingkungan keluarga, dan Lingkungan sekolah.

 

Faktor Individu

Ciri-ciri kenakalan remaja adalah perilaku nakal atau delinquent adalah perilaku jahat, kriminal dan melanggar norma-norma sosial dan hukum. Perilaku delinquent merupakan produk konsitusi mental serta emosi yang sangat labil dan defektif, sebagai akibat dari proses pengkondisian lingkungan buruk terhadap pribadi anak yang dilakukan oleh anak muda tanggung usia, puber dan masa remaja atau adolesense.(Kartini Kartono, dalam buku Patologi sosial 2 Kenakalan Remaja).

Faktor individu sangat besar pengaruhnya karena :

  1. Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau berfikir panjang tentang akibatnya di kemudian hari.
  2. Kecanduan merokok dan minuman keras, dua hal ini merupakan gerbang ke arah penyalahgunaan narkoba
  3. Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan

Faktor Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang dapat mempengaruhi terhadap perkembangan seseorang. Dalam hal ini Zahra Idris, mengemukakan bahwa: “Lingkungan adalah suatu pengaruh dari luar yang mempengaruhi perkembangan anak, rumah tangga, keadaan ekonomi, pendidikan dan tempat tinggal” (Kartini Kartono, dalam buku Patologi sosial 2 Kenakalan Remaja 1990:73).

Faktor lingkungan keluarga atau tempat tinggal seperti:

  1. Keluarga bermasalah atau broken home
  2. Lingkungan pergaulan atau komunitas yang salah satu atau beberapa atau bahkan semua anggotanya menjadi penyalahguna atau pengedar gelap narkoba
  3. Kemiskinan, pengangguran, putus sekolah, dan keterlantaran.

Faktor Lingkungan Sekolah

Berdasarkan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Faktor lingkungan sekolah dapat dilihat dari:

  1. Lingkungan  dan suasana sekolah yang kurang nyaman.
  2. Kegiatan penyaluran bakat dan minat yang kurang mengakomodasi kepentingan siswa
  3. Hubungan pihak sekolah dengan orangtua peserta didik yang kurang efektif.

Untuk mengatasi permasalahan narkoba diharapkan setiap komponen masyarakat harus memiliki tanggung jawab dan komitmen untuk melaksanakan upaya P4GN dalam bentuk peningkatan imunitas individu dan keluarganya terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Pemerintah telah merancang sembilan program atau Nawa Cita, untuk pembentukan karakter anak bangsa melalui revolusi karakter atau revolusi mental. Perbaikan sumber daya manusia melalui pendidikan untuk melahirkan generasi bangsa agar mampu menuju Indonesia emas yang bebas dari bahaya narkoba.

Sejalan dengan program pemerintah, BNN RI mempunyai kebijakan yaitu: 1) Meningkatkan Kompetensi, Profesionalitas dan kapabilitas human Capital; 2) Meningkatkan Kapasitas manajemen dan Mengembangkan institusi BNN yang kredibel dan Unggul; dan 3) Memantapkan jejaring lintas sektor dalam penanggulangan narkoba; serta Memberdayakan masyarakat dalam penangulangan narkoba.

Pada tahun 2015 Dinas pendidikan DKI Jakarta bekerjasama dengan BNN RI telah melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada 336.645 pelajar dan Dialog Interaktif kepada Guru se DKI Jakarta.

Dengan diberlakukannya PPRepublik Indonesia Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika. Bahwa Wajib lapor adalah kegiatan melaporkan diri yang dilakukan pecandu narkotika yang sudah cukup umur atau keluarganya dan atau orangtua wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur kepada Institusi Pelaksana Wajib Lapor (IPWL) untuk mendapatkan pengobatan dan atau perawatan melalui rehabiitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Read 26633 times Last modified on Wednesday, 16 March 2016 13:19
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…