Sosial Media

twiiter

youtube

instagram

Tuesday, 12 April 2016 14:38

Narkotika Jenis Baru

Narkotika Jenis Baru kompas.com

Oleh: Oscar Umbu Siwa

Narkotika jenis  baru atau biasa  dikenal dengan nama New Psychoactive Substance (NPS) sudah beredar luas di masyarakat.  Di dunia, seperti dilansir oleh United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) melalui Early Warning Advisory (EWA) on New Psychoactive Substances, Vol. 7, pada Februari 2016 yang ditayangkan pada portal resmi www.unodc.org situasi perkembangan NPS hingga Desember 2015 telah berhasil diidentifikasi sebanyak 643 NPS dilebih dari 100 negara.

Baru-baru ini Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menemukan 3 (tiga) NPS yang beredar di Indonesia. NPS yang ditemukan BNN adalah AB-PINACA, THJ-2201, dan THJ-018.  Tiga narkotika jenis baru tersebut merupakan zat yang diambil dari sampel tembakau yang distimulan oleh zat synthetic cannabinoid dengan efek yang ditimbulkan adalah halusinogen, efek cannabinoid, dan toxic.

Dampak dari efek halusinogen, yakni dapat menyebabkan seseorang berhalusinasi, melihat warna acak, pola, peristiwa, dan bahkan bisa melihat sesuatu yang tidak ada seolah adalah nyata.
Halusinogen menimbulkan halusinasi yang bersifat mengubah perasaan, pikiran, dan dapat menciptakan daya pandang berbeda sehingga menyebabkan seluruh perasaan terganggu

Dalam halaman yang sama, UNODC mendefinisikan NPS sebagai zat yang disalahgunakan baik dalam bentuk murni maupun bentuk yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa, yang tidak diatur dalam konvensi tunggal narkotika tahun 1961 atau konvensi tentang zat psikotropika tahun 1971, serta berpotensi sebagai ancaman kesehatan masyarakat.

Di Indonesia, munculnya NPS tentu saja menambah beban pekerjaan bagi aparat keamanan dalam rangka memberikan perlindungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil survey BNN tahun 2014, jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 4,2 juta jiwa. Jumlah tersebut tentu saja menjadi target atau pasar yang sangat mengiurkan bagi sindikat narkoba untuk terus memproduksi narkotika termasuk narkotika jenis baru.

Ada beberapa hal yang dapat kita lihat mengapa NPS beredar di Indonesia:

Pertama, Sindikat narkoba menyamarkan narkoba dalam bentuk NPS untuk mengelabui aparat keamanan. NPS terlihat samar karena dibuat dalam bentuk multi vitamin dan produk kosmetik sehingga masyarakat bisa saja terkecoh untuk menggunakannya. Tidak sulit untuk mendapatkan NPS tersebut, sebab sudah dijual secara bebas, “UNODC mencatat bahwa saat ini terdapat ratusan situs online yang menjual dan mengedarkan barang haram itu. Jenis NPS yang ditemukan beredar antara lain sintetik katinon, sintetik kanabinoit, papaverin serta formulasi dari tanaman khat dan tanaman kraton.

Kedua, NPS muncul untuk menghindari jeratan UU. Sindikat berpikir bahwa dengan memproduksi NPS maka mereka dan pengguna akan bebas dari sanksi hukum. Kekosongan hukum ini yang kemudian dimanfaatkan oleh mereka untuk memproduksi narkotika. Saat ini pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 13 Tahun 2014 Tentang perubahan penggolongan narkotika. Terbitnya Permenkes tersebut adalah salah satu usaha konkret pemerintah untuk melindungi masyarakat dari obat-obatan berbahaya.

Ketiga, banyaknya permintaan (demand) narkotika menyebabkan sindikat memproduksi NPS dengan berbagai macam jenis secara massal. Hal ini terjadi karena pengguna narkoba menginginkan suatu jenis narkotika dengan jenis yang lain namun rasa dan sensasi berbeda. Kebanyakan NPS yang ditemukan memiliki dampak yang jauh lebih berbahaya dari narkotika yang sudah kita kenal seperti sabu, ekstasi, ganja atau dan putaw.

Monitoring ketat terhadap NPS perlu dilakukan oleh lembaga-lembaga terkait, Polri, BNN, Badan POM, Kementerian Kesehatan, hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika. Perubahan pola interaksi sosial di masyarakat menuntut pengamatan yang tepat dan jeli. (www.selasar.com)

Berikut ini daftar 18 narkoba jenis baru yang telah diatur dalam Permenkes Nomor 13 Tahun 2014:

  1. Methylone (MDMC), turunan Cathinone, berefek stimulan, halusinogen, insomnia, dan sympathomimetic
  2. Mephedrone (4-MMC), turunan Cathinone, berefek stimulan, meningkatkan detak jantung, dan harmful
  3. Pentedrone, turunan Cathinone, berefek psychostimulant
  4. 4-MEC, turunan Cathinone, berefek stimulan dengan efek empathogenic
  5. MDPV, turunan Cathinone, berefek euphoria, stimulan, efek aphrodisiac, dan efek empathogenic
  6. Ethcathinone (N-ethylcathinone), turunan Cathinone, berefek psychostimulant
  7. MPHP, turunan Cathinone, berefek psychostimulant
  8. JWH-018, Syntetic Cannabinoid, berefek halusinogen, efek cannabinoid, dan toxic
  9. XLR-11, Syntetic Cannabinoid, berefek halusinogen, efek cannabinoid, dan toxic
  10. DMA (Dimethylamphetamine), turunan Phenethylamine, berefek stimulan, lebih rendah efeknya dari methamphetamine
  11. 5-APB, turunan Phenethylamine, berefek stimulan, empathogenic
  12. 6-APB, turunan Phenethylamine, berefek euphoria
  13. PMMA, turunan Phenethylamine, berefek stimulan, halusinogen, insomnia, dan sympathomimetic
  14. 2C-B, turunan Phenethylamine, berefek halusinogen
  15. DOC, turunan Phenethylamine, berefek Euphoria, archetypal psychedelic
  16. 25I-NBOMe, turunan Phenethylamine, berefek stimulan, halusinogen, dan toxic
  17. 25B-NBOMe, turunan Phenethylamine, berefek stimulan, halusinogen, dan toxic
  18. 25C-NBOMe, turunan Phenethylamine, berefek stimulan, halusinogen, dan toxic.

Sementara narkoba jenis baru yang belum diatur Peraturan Menteri Kesehatan adalah sebagai berikut:

  1. Khat Plant mengandung Cathinone dan Cathine (Teh Arab), berefek psychostimulant
  2. 5-Fluoro AKB 48, berjenis Syntetic Cannabinoid, berefek halusinogen, efek cannabinoid, dan toxic
  3. MAM 2201, berjenis Syntetic Cannabinoid, berefek halusinogen, efek cannabinoid, dan toxic
  4. 4APB, turunan Phenethylamine, berefek stimulan, halusinogen, dan toxic
  5. BZP, turunan Piperazine, berefek euphoria, meningkatkan detak jantung, dilatasi pupil, dan toxic
  6. Mcpp, turunan Piperazine euphoria, meningkatkan detak
    jantung, dilatasi pupil, dan toxic
  7. TFMPP, turunan Piperazine, berefek euphoria, meningkatkan detak jantung, dilatasi pupil, dan toxic
  8. α-mt, turunan Tryptamine, berefek euphoria, empathy, psychedelic, stimulant, dan anxiety
  9. Kratom mengandung Mitragynine dan Speciogynine, berjenis tanaman, serbuk tanaman, berefek seperti opiat dan cocain
  10. Ketamin, berefek halusinasi, euphoria, psychotomymetic
  11. Methoxetamin, turunan Ketamin, berefek halusinasi, euphoria, psychotomymetic
  12. Ethylone (bk-MDEA, MDEC), turunan Cathinone, berefek stimulan, halusinogen
  13. Buphedrone, turunan Cathinone, berefek stimulan dan euphoria
  14. 5-MeO-MiPT, turunan Tryptamine, berefek halusinogen dan stimulan
  15. FUB-144, berjenis Synthetic Cannabinoid, berefek halusinogen, cannabinoid, dan toxic
  16. AB-CHMINACA, berjenis Synthetic Cannabinoid, berefek halusinogen, cannabinoid, dan toxic
  17. AB-FUBINACA, berjenis Synthetic Cannabinoid, berefek halusinogen, efek cannabinoid, dan toxic
  18. CB-13, berjenis Synthetic Cannabinoid, berefek Halusinogen, cannabinoid, dan toxic.

#stopnarkoba

(sumber www.bnn.go.id)

Read 16565 times Last modified on Tuesday, 12 April 2016 14:50
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…