Sosial Media

twiiter

youtube

instagram

Wednesday, 04 May 2016 13:58

Optimalisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Oleh: Gun Gun Siswadi

I. Pendahuluan

Bangsa Indonesia saat ini berada dalam situasi dan kondisi darurat narkoba. Hal ini sesuai dengan amanat yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo pada pembukaan Rakornas Gerakan Nasional Penanganan Ancaman Narkoba dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045, pada tanggal 04 Februari 2015 di Jakarta.

Kondisi darurat narkoba di Indonesia, antara lain disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah penyalahguna, yang saat ini sudah mencapai 4 juta orang lebih, semakin beragamnya jenis narkoba yang beredar di Indonesia, semakin canggihnya penyelundupan narkoba di Indonesia, semakin beragamnya pendidikan dan jenis pekerjaan penyalahguna narkoba serta semakin tingginya pasokan narkoba yang masuk ke indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut maka langkah untuk mencegah penyalahguna dan peredaran gelap narkoba menjadi sangat penting dan perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu maka pencegahaan penyalahguna narkoba perlu dilakukan secara sinergi, terintegrasi dan berkesinambungan.

Dalam upaya dimaksud, maka perlu dilakukan langkah-langkh antisipasi untuk supaya Indonesia bisa bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Seluruh potensi dan sumber daya dimiliki oleh bangsa ini sebaiknya digunakan untuk melakukan pencegahaan penyalahgunaan narkoba, sehingga Indonesia khususnya generasi muda bangsa sebagai benteng utama pencegahaan penyalahgunaan narkoba dapat melakukan aktifitasnya untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Sinergitas dan kerjasama operasi pencegahaan penyalahgunaan narkoba perlu dilakukan dengan terencana dan terintergritasi dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, bangsa dan Negara. Dengan upaya tersebut diharapkan Indonesia bisa keluar dari kondisi darurat narkoba.

II. Permasalahan yang dihadapi

Dalam rangka melaksanakan pencegahaan penyalahgunaan narkoba yang terintegrasi dan sinergi antar komponen masyarakat, bangsa dan Negara, maka ada beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain adalah, permasalahan eksternal, meliputi :

1.  Masih adanya pemahaman masyarakat yang menganggap bahwa masalah pencegahan dan peredaran gelap narkoba merupakan permasalahan BNN atau urusan pemerintah semata. Padahal berdasarkan UU no 35 Tahun 2009 tentang narkotika mengamanatkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahaan penyalahgunaan narkoba. Hal ini yang perlu kita dorong supaya masyarakat memahami tentang peranannya dalam permasalahaan narkoba.

2.  Masih adanya anggapan bahwa permasalahann narkoba merupakan permasalahaan Supply semata. Hal ini mengindikasikan masih belum sepenuhnya masyarakat memahami tentang akar permasalahan yang sebenarnya. Padahal masalah narkoba merupakan permasalahan Supply dan Demand, yaitu masalah ketersediaan narkoba dan permintaan narkoba.

3.  Akibat dari permasalahan yang dihadapi ini, maka permasalahan narkoba belum sepenuhnya dapat diselesaikan oleh bangsa ini.

Inilah beberapa potret permasalahan narkoba yang dihadapi oleh bangsa ini. Oleh karena itu hal ini memerlukan solusi melakukan sinergitas berbagai komponen bangsa untuk mengambil peran dalam rangka mengatasi permasalahan ini.

Disamping masalah eksternal, ada pula permasalahan internal yang dihadapi, yang apabila tidak segera diambil solusinya akan mengakibatkan menurunnya kinerja pencegahan. Adapun permasalahan internal antara lain adalah :

1.  Kuantitas dan Kualitas SDM yang melaksanakan program yang akan dilaksanakan masih kurang.

2.  Metode dan mekanisme pencegahaan yang memerlukan optimalisasi untuk pencegahan peyalahguna narkoba yang efektif dan efisien.

3.  Belum dimanfaatkanya secara maksimal pencegahaan penyalahgunaan narkoba berbasis teknologi informasi.

4.  Belum adanya data tentang karakteristik audience sebagai sasaran pencegahaan penyalahgunaan narkoba.

5.  Belum adanya konten informasi yang lengkap tentang materi pencegahaan sesuai karakteristik audience atau sasaran khalayak.

6.  Belum adanya strategi komunikasi pencegahaan penyalahgunaan narkoba sebagai acuan bagi setiap penggiat anti narkoba dalam penyampaian informasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba

7.  Belum adanya teknik dan strategi bagaiana informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dapat efisien dan efektif sehingga masyarakat dapat menolak penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan permasalahaan – permasalahaan yang dihadapi, maka baik secara internal maupun secara external dicari jalan keluar sehingga pencegahaan penyalahgunaan narkoba dapat berjalan efektif dan efesien.

III. Strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba

Pencegahan dan penyalahgunaan narkoba memerlukan strategi untuk dilaksanakan, sehingga hasil yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.

Oleh karena itu, maka perlu dirumuskan strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba, sehingga seluruh rencana dan pelaksanaan dan pelaksanaan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat terlaksana dengan baik dan berjalan secara efisien dan efektif.

Dalam rangka itu, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan, antara lain adalah :

1.  Bagaimana merumuskan konten yang dapat disebarluaskan kepada sasaran khalayak secara efektif dan efisien dengan mengetahui sasaran yang akan dituju, maka konten / materi informasi yang dirumuskan dapat dan sesuai dengan kebutuhan sasaran khalayak.

2.  Memerlukan media komunikasi yang akan digunakan. Hal ini menjadi sangat penting karena masyarakat adalah sasaran khalayak memiliki karakteristik sendiri. Sehingga media komunikasi yang akan digunakan sesuai dengan kebiasaan khalayak dalam mengakses informasi.

3.  Mengidentifikasi sasaran khalayak yang akan menerima informasi tentang pencegahaan bahaya penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan kajian UNODC, maka sasaran khalayak dibagi 5 segmen, yaitu :

       a. keluarga

       b. Pendidikan

       c. Pekerja

       d. Masyarakat

       e. Kesehatan

4. Sumber informasi yang akan memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba harus disesuaikan dengan karakteristik khalayak yang akan dituju dan memiliki pemahaman terhadap materi yang akan disampaikan, sehingga informasi dapat diterima dengan baik dan dilaksanakan oleh audience atau khalayak

IV. Penutup

A.   Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan optimalisasi pencegahaan penyalahgunaan narkoba dapat efektif dan efisien apabila terlebih dahulu dirumuskan strategi pencegahaan penyalahgunaan narkoba berdasarkan karakteristik khalayak sasaran dan sarana komunikasi serta konten.

B.   Rekomendasi
1. Perlu segera merumuskan strategi pencegaan peyalahgunaan narkoba.
2. Memanfaatkan konvergensi media dalam mengoptimalkan pencegahaan penyalahgunaan narkoba.


Semoga . . . . .

#stopnarkoba

Penulis adalah Direktur Diseminasi Informasi BNN

Read 21996 times Last modified on Monday, 09 May 2016 10:37
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…