Sosial Media

1instagramlink

2facebooklink

3twitterlink

Husni Mahendra Pratama

Husni Mahendra Pratama

Monday, 21 August 2017 16:33

Merdeka Tanpa Narkoba

Jakarta, Cegahnarkoba – Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD), bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor.

HBKB atau CFD dilaksanakan setiap hari minggu ini, sebagai sarana untuk mengajak keluarga atau kerabat untuk berolah raga bersama.  Event inilah yang dimanfaatkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Utara, untuk mensosialisasikan bahaya pelayalahgunaan narkotika.

“Masalah Narkotika adalah masalah bersama,  maka diperlukan penanganan yang komprehensif.  Hal yang paling susah dalam merehabilitasi penyalahguna adalah,  pertama: Bagaimana membuat orang mau datang untuk direhabilitasi. Penyalahguna narkotika merasa ada Stigma, kalau sudah datang ke tempat rehabilitasi namanya akan jelek dan ada penilaian dari masyarakat yang kurang bagus. Kedua: Mendorong masyarakat untuk datang ke Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mendapatkan layananan rehabilitasi” Ujar dr. Diah Setia Utami, Sp. KJ., MARS, Deputi Rehabilitasi BNN, pada acara HBKB / CFD di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (20/8).

Lebih lanjut Diah Setia Utami menegaskan bahwa BNN bukan tukang tangkap, BNN akan welcome bagi pengguna atau penyalahguna narkotika yang melaporkan diri dan berniat untuk rehabilitasi. 

Hal senada juga disampaikan oleh AKBP Yuanita Amelia Sari, Kepala BNN Kota Jakarta Utara, bahwa acara HBKB atau CFD ini sekaligus mengkampanyekan kepada masyarakat untuk tidak takut lagi untuk melakukan rehabilitasi di BNN karena layanan ini gratis, dan mengajak masyarakat agar kebal/Imun serta menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

AKBP Yuanita Amelia Sari, memberikan penghargaan kepada 4 (empat) orang mantan penyalahguna narkotika yang menjadi binaan BNN selama 2 (dua) tahun, dan telah mengikuti seleksi yang ketat.  Mereka berjuang untuk pulih dari ketergantungan narkoba dan menjadi produktif serta sudah berfungsi secara sosial dan dapat kembali diterima di masyarakat. Mereka bekerja sebagai driver online, pegawai swasta dan berwirausaha. Kini mereka benar-benar merdeka tanpa narkoba. (yul)

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba - Komunitas Propaganda Senyum adalah salah satu para pemuda pejuang hati yang peduli terhadap anak balita dengan kondisi penyumbatan saluran empedu yang disebut Atresia Billier atau Penyakit Kulit Kuning.

Sudah satu tahun terbentuknya komunitas Propaganda Senyum, April 2016 sang pelopor yaitu Hery dengan motivasi untuk berbuat baik kepada orang harus bersama – sama. Secara  langsung Hery pun berhasil mempropagandakan hal yang negatif menjadi positif.

“Saya ingin meracuni banyak orang berbuat baik salah satunya dengan cara bergabung di Propaganda Senyum agar nikmatnya makin tambah banyak saat berbuat kebaikan” ujar Hery.

Dalam kunjungan ke CNS Radio di Kantor BNN, Lantai 3, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (10/8) Hery menjelaskan bahwa penyebab dari Atresia Billier yaitu Mutasi Gen, Pertumbuhan hati / saluran empedu yang abnormal serta ibu terpapar bahan kimia saat kehamilan.

Tidak berdiri sendiri Hery pun bekerja sama dengan Dyah dari Komunitas Nasi Kotak dan Bunga menjadi salah satu anggota baru pejuang hati guna menebarkan senyuman terhadap anak – anak Atresia Billier.

Ketika disinggung masalah biaya transpalasi hati Hery memaparkan sumber dananya dalam bentuk Sedekah Usaha, Marcendaise dan Open Donasi untuk meringankan beban anak – anak yang butuh pendonor hati dari orang tua nya sendiri.

“Kami pun tidak fokus terhadap penyakit kulit kuning saja tetapi mengedukasi dan mengarahkan kepada anak di usia dini maupun pemuda sehat yang berkarya tanpa batas agar tidak menyentuh barang haram narkoba. Banyak obat – obatan disalahgunakan akibatnya berdampak buruk terhadap kesehatan” sambung Dyah.

Lebih lanjut, Hery mengungkapkan selagi banyak hal kegiatan positif yang lebih asik agar menarik tanpa menggunakan narkoba, menjadi salah satu kunci kesuksesan, jauhilah narkoba maka dekatilah senyuman kepada semua orang.

Diakhir kunjungannya komunitas propaganda senyum, memberikan pesan kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba, ciptakan senyum untuk Atresia Bilier. (Wijik/Yul)

#stopnarkoba

Thursday, 27 July 2017 14:34

1.226,5 Gram Sabu di Musnahkan

Jakarta, Cegahnarkoba - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali memusnahkan barang bukti hasil dua kali tangkapan di bulan Juni 2017 dengan Total barang bukti seberat 1.226.5 gram sabu yang berhasil digagalkan oleh tim gabungan Badan Narkotika Nasional. Dari dua kali tangkapan tersebut, kasus pertama didapatkan barang bukti seberat ± 1000 gram dari 2 orang tersangka yang diamankan petugas ketika sedang melakukan transaksi di sebuah rumah kos di Sumatera Selatan. Barang bukti yang dikemas dalam bungkusan plastik teh hijau tersebut ternyata berpindah tangan atas perintah seorang napi yang berada di Lembaga Pemasyarakatan.

Selanjutnya kasus yang kedua merupakan barang bukti narkotika yang merupakan hasil ungkapan kasus dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara, dengan modus paket sprei/bedcover yang berisi 2 bungkus plastik bening masing-masing seberat ± 102,7 gram dan ± 102,4 gram yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Pemusnahan barang bukti dipimpin oleh Kepala Bagian Humas BNN, Sulistiandriatmoko dan disaksikan oleh Direktur Wastati, perwakilan Badan POM Jakarta dan perwakilan dari tokoh masyarakat sekitar serta rekan media massa elektronik dan non elektronik di Lapangan Parkir Kantor BNN, Cawang Jakarta, Kamis (27/7).

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (yul)

#stonarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba - Alumni SMP N 98 Jakarta mengadakan kegiatan talkshow interaktif dengan tema Healthy Life atau Hidup Sehat, kegiatan tersebut menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mengisi acara dalam bentuk talkshow interaktif dan simulasi deteksi narkoba dari tim K9 BNN yang diadakan di Lapangan Basket Sekolah SMP N 98 Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (19/5).


Kegiatan ini merupakan sarana edukasi dan informasi yang penting dalam Pencegahan Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi pelajar dan sebagai bekal dalam pergaulan dan hidup sehat bebas dari penyalahgunaan narkoba.


Acara tersebut diikuti dengan antusias oleh para siswa, hal ini tidak lepas dari menariknya materi dan acara yang ditampilkan baik dari narasumber BNN maupun dari tim K9 dengan anjing pelacaknya yang sangat atraktif dan handal.


“Pemahaman akan bahaya penyalahgunaan narkotika adalah mutlak perlu diketahui oleh para remaja dan merupakan bhakti alumni dalam turut menjaga almamater yang bersih dari penyalahgunaan narkoba “ tegas Tri Tjahyono Kepala Sub Direktorat Media Elektronik Deputi Bidang pencegahan BNN, yang juga merupakan alumni SMP N 98 Jakarta tahun 1992.


Selain pemahaman akan bahaya penyalahgunaan narkoba, para siswa juga harus bisa menjaga diri dari pengaruh negatif internet dan media sosial. Hal ini tidak terlepas dari maraknya penyalahgunaan media internet dan media sosial sebagai media kejahatan tak terkecuali masalah penyalahgunaan narkoba, sebagai contoh perdagangan gelap narkoba melalui media sosial. Diharapkan para siswa lebih waspada dalam menggunakan teknologi tersebut.


Upaya ini sebagai wujud kepedulian terhadap para siswa yang merupakan aset bangsa di masa depan yang perlu diselamatkan dan dijaga dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

 

#stopnarkoba

Jakarta, Indonesiabergegas – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia terus dilakukan. Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) memanfaatkan kampanye kesehatan bersama rekanan dan kolega serta segenap masyarakat sekitar hadir dan mengajak masyarakat untuk mencintai kehidupan, kembali kepada kebiasaan sehat dan memiliki pola hidup yang lebih sehat dan tidak lupa  pembekalan-pembekalan singkat Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dikemas dengan sederhana dan menarik agar antusiasme masyarakat meningkat terhadap P4GN.

Mengambil lokasi di Lapangan Banteng Utara (Minggu,11/3) acara perdana yang dilaksanakan Laboratorium Klinik Gunung Sahari mengusung tema Jalan Sehat : Healthy Family Happy Family yang diikuti peserta dari masyarakat umum, sekolah-sekolah sekitar, pelanggan lab klinik gunung sahari, komunitas-komunitas dari klub pembaca, klub kesehatan, karyawan dari rekanan dan kolega Lab Gunung Sahari.

Dalam kesempatan yang sama, Dea Rhinofa  Penyuluh P4GN Deputi Bidang Pencegahan juga menyampaikan jenis-jenis narkoba baru yang tergabung dalam New Psyhcoactive Substances.

“Kampanye ini merupakan wujud kepedulian kita semua untuk menyelamatkan bangsa dan negara khususnya bagi generasi muda, agar lebih penasaran bagaimana caranya mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba. Dimulai juga dari lingkungan keluarga, agar lebih waspada dan siap membantu pemerintah untuk memerangi narkoba".

Etty Purwati selaku Ketua Panitia Pelaksana juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang sudah terjalin dengan Badan Narkotika Nasional "Penerapan pola hidup sehat bisa ditingkatkan sejak dini, karena itu dengan mengajak keluarga dari anak-anak, bapak dan ibu untuk melakukan hal yang simple, yaitu jalan sehat bersama"

Acara ini juga diisi dengan hiburan-hiburan menarik dan booth-booth dari PT. KAI, Pocari Sweat, Tabloid Nova, PT. Yamaha dan lain sebagainya. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan siaran dari Radio Cegah Narkoba Streaming. (cindy)

#stopnarkoba 

Jambi, Indonesiabergegas – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jambi bekerjasama dengan Pemerintah Kota dan Kwarcab Pramuka Kota Jambi kembali mencetak penerus Duta Anti Narkoba Pramuka Kota Jambi angkatan ke-2, yang sebelumnya telah sukses membentuk Duta Anti Narkoba Pramuka Kota Jambi pada tahun 2016.

Duta Anti Narkoba Pramuka Kota Jambi terdiri dari 100 anggota penegak utusan SMA, SMK, MA se-kota. Sebelumnya, peserta Duta Anti Narkoba telah mendapatkan pembekalan materi oleh tim yang terdiri dari BNN Kota Jambi, Dinas Kesehatan Kota Jambi, Pelatih Polda Jambi, Kodim 0415 Batanghari dan Pembina Kwarcab Pramuka Kota Jambi.

Acara dibuka oleh Wakil Walikota Jambi Drs. H. Abdullah Sani. Pembekalan diberikan selama 3 hari mulai tanggal 21 – 23 Februari 2017, di ruang Pola Kantor Walikota Jambi dengan materi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayan (P2M) BNN Kota Jambi, Latifah Leadership dan Kepribadian, Wawasan Kebangsaan, dan Public Speaking, pada Jumat (24/2).

Diakhir kegiatan, peserta Duta Anti Narkoba Pramuka  Kota Jambi akan menjalani tes kelulusan. Peserta yang dinyatakan lulus sebagai Duta Anti Narkoba Pramuka Kota Jambi memiliki tugas melakukan gerakan anti narkoba di lingkungan keluarga dan sekolah. Mereka berkewajiban menyerahkan laporan pelaksanaan kegiatan tiap bulannya. Dan sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Jambi memberikan intensif bulanan kepada Duta yang telah menjalankan tugas dan kewajibannya.

Kegiatan Duta Anti Narkoba kedepannya akan dijadikan agenda rutin antara 3 lembaga yaitu BNN Kota Jambi, Pemerintah Kota Jambi dan Kwarcab Kota Jambi. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak remaja Jambi yang imun terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Serta menjadi bagian aktif dalam upaya P4GN di Kota Jambi. (Ang)

#stopnarkoba

Sumber: Humas BNNK Jambi

Wednesday, 22 February 2017 15:36

Rapat Koordinasi dan Sinergi Pelaksanaan P4GN

Jakarta, Indonesiabergegas - Dalam rangka pelaksaan program tahun anggaran 2017 Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar rapat koordinasi dan sinergi dengan melibatkan seluruh SDM yang dimiliki.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat di lingkungan BNN, Kepala BNN Provinsi (BNNP) dan Kepala BNN Kabupaten / Kota  (BNNK) seluruh Indonesia.

Acara ini berlangsung di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, antara 21 s/d 23 Februari 2016.

Sekretaris Utama BNN Drs. Gatot Subiyaktoro, mengatakan acara merupakan persiapan BNN agar program kerja di tahun 2017 dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Selain itu lanjut Gatot, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi kepada BNNP dan BNNK tentang peraturan juga target BNN di tahuh 2017.

Pada kesempatan yang sama hadir pula Deputi Pencegahan BNN, Drs. Ali Johardi. Dalam paparannya Ali Johardi mengajak seluruh peserta untuk mengenali terlebih dahulu tentang tugas pokok yang menjadi sasaran dalam bidang pencegahan.

Menurut Ali Johardi, masih banyak yang belum bisa membedakan antara sasaran Deputi Bidang Pencegahan dan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Hal ini penting untuk diingatakan kepada peserta agar terjadi pembagian tugas dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tutupnya. (oscar)

#stopnarkoba 

Page 1 of 26
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…