Sosial Media

twiiter

youtube

instagram

yono

yono

Kalimantan Selatan, Cegahnarkoba – Sebagai bukti nyata wujud kepedulian sektor Kemaritiman dalam mendukung kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba, Patria Maritime lines, Patria Maritime Industry, anak perusahaan PT United Tractor, Tbk yang bergerak di bidang pengangkutan batu bara melalui perairan (coal barging) dan industri lainnya menggelar deklarasi anti narkoba.

Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional, Irjen Pol. Ali Johardi, menghadiri acara penandatanganan deklarasi bersama memerangi ancaman penyelahgunaan narkoba, dan diakhiri dengan penempelan sticker stop narkoba pada kapal yang dikelola oleh Patria Maritime.

Dalam rangkaian acara tersebut, dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Marsauli Siregar, Kapolda Provinsi Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Rachmat Mulyana, Direktur Polisi Air Polda Provinsi Kalimantan Selatan Kombes Pol. Gatot Wahyudi, Generasi Manager Perindo III Banjarmasin Faris Hariyoso, Kepala KSOP Banjarmasin M. Takwin Masuku, Kapolres Barito Kuala AKBP Syahril Saharda, Dandim 1005 Barito Kuala Letkol ARH Irwan Setiawan dan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Indonesian National Shipowners Association (DPC INSA) Kalimantan Selatan Laode Bahasani.

Deputi Pencegahan Irjen Pol. Ali Johardi dalam sambutannya menegaskan bahwa permasalahan Indonesia darurat narkoba ini juga perlu ditangani dengan cara yang darurat.

“BNN merupakan leading sector bidang pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, namun tetap menjadi tanggungjawab bersama. Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Patria Maritime merupakan langkah yang sangat baik dalam menggandeng sektor kemaritiman untuk terlibat secara aktif, kita harus berkomitmen bersama untuk memerangi narkoba dengan cara yang tidak biasa-biasa saja”. Kata Irjen Pol. Ali Johardi, di Barito Kuala, Rabu (17/05).

Lebih lanjut, Ali Johardi menghimbau kembali bahwa penanganan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. BNN juga memiliki lembaga vertikal di 34 Provinsi, diharapkan ini menjadi langkah bagi komponen instansi swasta, maupun lembaga lainnya untuk bersinergi mendukung kampanye stop narkoba.

Presiden Direktur PT. Patria Maritime Lines Hilman Risan, menyampaikan bahwa ancaman generasi muda di depan mata karena penyalahgunaan narkoba.

“Kita perlu saling bersinergi karena kondisi kepulauan Indonesia yang memang 70% adalah perairan menjadi tantangan terbesar bagi kita untuk melakukan pencegahan karena Narkoba dapat masuk lewat pintu-pintu pelabuhan dan itu perlu diawasi”.

Diakhir penandatanganan deklarasi bersama dilanjutkan dengan penempelan sticker stop narkoba pada kapal yang dikelola oleh Patria Maritim. (Ratih_edit Yul)

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Budi Waseso memberikan kuliah umum dengan tema "Perang Melawan Narkotika Agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Bebas dari Narkotika", kepada 300 perwakilan mahasiswa dari berbagai Universitas se Jabodetabek dan di luar Jabodetabek  di Kampus Reformasi Universitas Trisakti, Senin (15/5).

Dalam Kuliah umumnya, Budi Waseso berharap agar mahasiswa Indonesia saat ini tidak usah takut untuk membantu BNN dalam memerangi narkotika yang sudah kian pesat tersebar diberbagai wilayah Indonesia dari kota-kota besar maupun wilayah terpencil Indonesia .

“Rekan-rekan mahasiswa harus memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun diri sendiri, tidak ada yang dapat berhasil dalam menggunakan narkotika, yang ada malah kehancuran, maka dari itu, kita sebagai mahasiswa/i Indonesia harus konsisten dalam diri agar tidak terkena dampak dari narkotika “ ujur Budi Waseso.

Budi Waseso berharap agar semua instansi – instansi pendidikan memberikan arahan atau peringatan yang tegas kepada para mahasiswa agar para mahasiswanya tidak berani dalam mennggunakan barang haram tersebut, seperti dengan diadakannya tes urine disetiap kenaikan semester seperti yang dilakukan instansi – instansi pendidikan di Semarang, hal seperti itu diterapkan agar mahasiswanya sadar bahwa, narkotika itu benar-benar merugikan diri sendiri dan juga bangsa.

“Siapapun yang terkontaminasi menggunakan narkotika, akan membuat kerusakan permanen di sel otaknya dan tidak akan bisa sembuh seperti dulu, sebelum dia menggunakan narkotika, maupun mereka di rehabilitasi tidak akan bisa menyembuhkan sel – sel yang sudah rusak itu, walapun mereka sudah bersih dari narkotika“ ujur Budi Waseso.

Lebih lanjut Budi Waseso berharap agar siapapun nanti, dari mahasiswa ataupun masyarakat Indonesia harus bergotong royong dalam membantu BNN memerangi bahaya penyalahgunaan narkotika yang sudah banyak beredar di sekitar kita.

Acara dilanjutkan dengan peresmian videotron BNN di Universitas Trisakti, bertujuan sebagai tontonan edukasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta informasi bagi pengguna jalan yang melintas di sekitar kampus Trisakti yang dilaksanakan di depan gedung utama Universitas Trisakti. (Yaser_edit Yul)

#stopnarkoba

Jakarata, Cegahnarkoba – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Budi Waseso mengajak mahasiswa Universitas Trisakti dalam membantu memerangi narkotika yang sudah banyak beredar di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa di acara Penandatanganan Kerjasama BNN dengan Universitas Trisakti.

Deputi Bidang Pencegahan Irjen Pol. Ali Johardi menyerahkan hasil penandatanganan kerjasama BNN Ke Universitas Trisakti yang diterima oleh Dr. Hein Wangania, Wakil Rektor 3 Universitas Trisakti.

“Kerjasama kali ini, mengharapkan mahasiswa senantiasa membantu BNN dalam memerangi narkotika yang sudah kian marak dilingkungan instansi pendidikan, selain itu juga, Mahasiswa diharapkan bisa membantu dalam mengkampanyekan anti narkoba kepada seluruh rakyat Indonesia dan tidak hanya mahasiswa saja, semua seluruh rakyat Indonesia mau bekerjasama dalam memerangi narkotika agar terciptanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bebas Narkotika”, kata Komjen Pol. Budi Waseso di aula Kampus Trisakti, Senin (15/5).

Lebih lanjut, Komjen Pol. Budi Waseso menyampaikan dihadapan 300 perwakilan mahasiswa Trisakti, Mercu Buana, Trilogi, STIKOM The London School of Public Relations - Jakarta (LSPR), Komite Mahasiswa Anti Narkoba dan Obat Terlarang (KOMANDO) dan Tujuh belas Agustus bahwa Peperangan dalam melawan peredaran narkotika yang sampai saat ini sudah banyak sekali memakan korban, tidak hanya orang dewasa, melainkan anak-anak, narkoba yang sudah beredar ke semua wilayah Indonesia dari kota-kota besar waupun wilayah terkecil Indonesia. Perang melawan narkotika terus menerus dilkukan oleh BNN dan peredaran narkotika bahkan sudah masuk ke dalam intansi- instansi pendidikan. (Yaser_edit Yul)

#stopnarkoba

Acara yang diadakan di ballroom Hotel Kartika Chandra pada 4 mei 2017. Acara yang bertemakan tentang "Komitmen Kita Untuk Indonesia Sehat, Bebas, dari Penyalahgunaan Narkoba "

Acara yang dihadiri oleh sejumlah artis indonesia, termasuk juga dihadiri oleh penyanyi asal bandung Sammy Simorangkir.

Selain menjandi tamu undangan, Sammy juga menjadi bintang tamu dalam acara ini dan memberikan keterangan bagaimana awal dia menggunakan narkoba dan bagaimana cara sammy bisa lepas dalam jeratan narkoba dan diakhir kata sammy berpesan  "berani mejauhi dan meninggalkan teman-teman yang dapat membuat hidup anda ancur untuk kedepannya" ujar sammy. Kegiatan ini juga ada sesi tanya jawab dari para public figuer kepada kepala BNN. 

Acara kali ini lebih mengutamakan dialog hangat antar bnn kepada para public figuer tentang apa saja dampak terbesar narkotika dan jenis narkotika. Senantiasa merangkul semua public figuer agar pruduktif, kreatif dan membuat karya karya tanpa di backgroundin oleh narkoba. (fai – yaser)

#stopnarkoba

Depok, Cegahnarkoba – Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2017, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok bekerjasama dengan Dinas Pendidikan menyelenggarakan edukasi antinarkoba Tingkat Pendidikan Usia Dini (PAUD) melalui dongeng.

Kegiatan tersebut, bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak tentang bahaya narkotika. Kegiatan yang dihadiri oleh Deputi Bidang Pencegahan Irjen Pol. Ali Johardi, Walikota Depok Muhammad Idris, Bunda PAUD Depok Elly Farida dan Gerakan Para Pendongeng Untuk Kemanusiaan (Geppuk) serta Dinas Pendidikan Kota Depok.

“Program Edukasi Anti Narkoba Melalui Dongeng ini yang pertama di Indonesia, kami ingin dengan program ini Kota Depok dapat bersih dengan Narkoba," Kata Kepala BNN Kota Depok Hesty Cahyasari di Lapangan Balaikota Depok, Rabu (3/5).
Hesti Cahyasari berharap dapat membentuk mental anak-anak yang bersih serta dapat menjadikan kota Depok yang sehat dan berkualitas serta berkarakter, kegiatan ini tidak akan berhenti sampai disini tetapi akan terus berlanjut dan berharap para guru-guru PAUD dapat memberikan informasi yang benar kepada anak tentunya dengan metode yang dapat di terima oleh anak-anak.

Sosialisasi Bahaya narkoba dilakukan melalui mendongeng yang melibatkan 2.200 siswa PAUD se Kota Depok, BNNK Depok tercatat namanya di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori Edukasi Anti Narkoba melalui media dongeng dengan peserta terbanyak dan pertama di Indonesia.

Peserta yang hadir dapat mengunjungi Mobil sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang memberikan berbagai informasi tentang bahaya Narkoba melalui produk-produk yang ada di dalam mobil sosialisasi secara gratis. Hal ini mendapatkan perhatian dan animo positif dari masyarakat sekitar. (yul)

#stopnarkoba

Lido, Cegahnarkoba – Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional, Ali Johardi membuka kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba pada Kelompok Masyarakat, sebanyak 40 peserta yang terdiri dari Perhimpunan artis, Perhimpunan Pengusaha Seluruh Indonesia, Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia, Komunitas Yamaha NMAX Chapter Bogor, Honda City Club Indonesia Chapter Bogor, Purna Paskibraka Indonesia dan Keluarga Besar Putra Putri Polri, bertempat di Balai Pendidikan dan Pelatihan BNN RI, Lido - Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut sebagai sarana peningkatan pemahaman terhadap permasalahan narkoba yang semakin kompleks serta dapat menjadi dasar berfikir dalam kegiatan berorganisasi pada masing-masing komunitas. Melalui kegiatan tersebut juga diharapkan kelompok masyarakat yang diundang memiliki visi, misi dan tujuan yang sama terkait pembangunan berwawasan anti narkoba.

“Dari kehadiran saudara/saudari sekalian saya yakin merupakan wujud kepedulian sebagai bagian komponen bangsa yang memiliki tanggung jawab dan keingingan untuk dapat memberikan sumbangsih bagi terciptanya masyarakat dan bangsa Indonesia yang sehat serta menolak penyalahgunaan narkoba” kata Ali Johardi, dalam sambuatannya, Jumat (29/04).

Lebih lanjut, Ali Johardi menyampaikan, pentingnya langkah nyata dalam upaya pencegahan yang dilakukan secara efektif dan menjangkau berbagai level dimana kondisi tersebut saat ini belum maksimal dapat dilakukan, sehingga kerjasama yang optimal antar kelompok masyarakat dan komunitas menjadi kunci utamanya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28 – 29 April 2017 ini dihadiri pula oleh Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso, yang secara simbolis  juga menyematkan PIN dan Pemberian sertifikat kepada 40 peserta yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat sebagai tanda bahwa para peserta berkomitmen dan akan berperan aktif serta siap menjadi relawan penggiat anti narkoba di lingkungan masyarakat.(yul)

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba – Dewan Pimpinan Nasional – Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (DPN – LPPN RI), mengadakan kegiatan Pendidikan Latihan Khusus (DIKLATSUS) Intelejen Angkatan Ke - I (satu) Tahun 2017, yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan Multi Fungsi POLRI – Detasemen Brimob Cikeas Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (28/4).

Badan Narkotika Nasional mendapatkan kesempatan untuk memberikan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), kepada 200 peserta DIKLATSUS LPPN RI yang berasal dari perwakilan seluruh Indonesia dengan Tema Pengetahuan, Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Narkoba. 

Hadir sebagai Narasumber  Drs. Suprayitno, SH, Direktur Diseminasi Informasi dan David HA Hutapea, Kepala Seksi Media Konvensional – Badan Narkotika Nasional.

Suprayitno menyampaikan mengenai pola penanganan terhadap pengguna dan Pola pencegahan BNN RI dan LPPN RI terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Lebih lanjut, David HA Hutapea, memberikan materi tentang pengertian narkoba dan jenis-jenisnya termasuk narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substance (NPS) dan gejala/dampak yang timbul dari setiap jenis narkoba bagi penggunanya.(yul)

#stopnarkoba

Page 1 of 5
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…