Sosial Media

twiiter

youtube

instagram

yono

yono

CegahnarkobaKuningan prihatin dengan keadaan darurat narkoba di Indonesia khususnya wilayah ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka,  Kuningan),  RRI Cirebon menghadirkan BNN KOTA (BNNK) KUNINGAN untuk menginformasikan Pencegahan, Pemberantasan Penyelahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Rabu (19/4) di ruang pro 1 Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Cirebon.

Acara yang  bertajuk strategi pencegahan dan pemberdayaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini menghadirkan narasumber Edi Heryadi, M.Si selaku kepala BNNK Kuningan dan Agus Mulya Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat didampingi oleh penyuluh Novy Khusnul Khotimah.

Menurut Edi, penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah tinggi. Di Jawa Barat sendiri sudah mencapai prevalensi 2,42% dari 45 juta penduduk. Sehinga perlu penanganan yang segera terutama partisipasi dari berbagai elemen masyarakat mulai dari pemerintah, pendidikan, swasta, dan masyarakat secara umum.

Dari acara yg berlangsung sejak pukul 09.00 sampai dengan 10.00 WIB ini memancing dialog interaktif pendengar yang menanyakan ketakutan lapor untuk rehabilitasi karena takut ditangkap polisi.

Edi menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika pasal 54 yaitu Penyalahguna yang lapor secara suka rela tidak dipenjara  berbeda jika tidak melaporkan diri malah bisa dipenjara.

Sebelum acara berakhir Edi menyampaikan 6 (enam) pesan dari Presiden Joko Widodo antara lain :

  1. Sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, harus bergerak bersama, bersinergi. “Semua kementerian lembaga menghilangkan ego sektoral, semuanya keroyok rame-rame.
  2. Nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba. “Tapi juga penanganan hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan-jaringan yang terlibat
  3. Tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk ke mana-mana. “Tutup celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun Di bandara maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita.
  4. Presiden meminta agar kampanye kreatif bahaya narkoba terus digaungkan terutama untuk kalangan muda.
  5. Perlu ditingkatkan pengawasan yang ketat pada lapas sehingga Lapas tidak dijadikan pusat penyebaran dan peredaran narkoba. “Sudah saya sampaikan kepada Kepala BNN bahwa pengawasan yang sangat ketat terhadap Lapas, terutama Lapas narkoba itu betul-betul harus dilakukan
  6. Terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba. program rehabilitasi harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba bisa betul-betul terputus.(NK)

#stopnarkoba

Jakarta, cegahnarkoba, Ikatan Keluarga Besar Sumba Jakarta, Minggu 9/4 menggelar pagelaran budaya Sumba bertema “ Go To Sumba The Pristine Island”. Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Car Free Day (CFD) di jalan Jenderal Sudirman itu menampilkan ragam tarian asal sumba dan kain tenun dengan kualitas terbaik.

Acara tersebut menjadi menarik karena terselip pesan anti narkoba di dalamnya. Senior sekaligus penggagas acara tersebut Yanto Umbu Pada Boliyora mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian orang Sumba di Jakarta untuk mempromosikan Sumba agar di kenal oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Menurutnya Sumba memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pariwisata.

Terkait dengan kemasan pesan anti narkoba pada kegiatan itu, Yanto mengatakan bahwa penyalahgunaan narkoba harus menjadi tanggung jawab semua warga negara untuk melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Budaya Sumba sangat mendukung BNN dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba ujar Yanto.  

Peserta CFD diberikan informasi tentang ragam budaya Sumba dan objek wisata yang terdapat disana. Panitia yang mayoritas menggunakan atribut Sumba terlihat menyapa dan  membagikan brosur tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Sesekali para peserta mengabadikan moment langka itu dengan foto bersama sambil memegang stiker stop narkoba.

Yenni Anggraini peserta CFD mengapresiasi kegiatan itu. Menurut selain menyaksikan pagelaran budaya peserta CFD juga mendapat informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

“ini kolaborasi yang sangat positif. Ada budaya Sumba yang unik, kemudian ada kampanye anti narkoba” ujar Yenni.

Kampanye seperti lanjut Yenni harus terus dilakukan karena memiliki dampak yang besar. “kampanyenya jangan terlalu formal, bikin yang sederhana seperti ini saja. Pesannya muda kita tangkap tutup Yenni. (osc)

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba - Internasional Otobursa Tumplek Blek 2017 kali ini di selenggarakan di kawasan Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta selama dua hari sabtu dan minggu, 1-2 april 2017.  Acara ini menjadi tempat seru bagi pecinta otomotif di Indonesia.  Terpantau ribuan orang dari semua kalangan mengunjungi acara itu dengan berbagai keperluan.

Tahun ini merupakan yang ke-18 kalinya kegiatan tersebut dilakukan. Event otomotif outdoor terbesar di Asia Tenggara ini menyajikan lapak dan bursa otomotif dengan beragam pilihan. Melihat animo masyarakat yang tinggi serta banyaknya pengunjung, Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Deputi Bidang Pencegahan ikut berpartisipasi dalam memeriahkan acara tersebut. Bentuk partisipasinya adalah mengerahkan mobil sosialisasi dan tim penyuluh BNN. Selain itu hadir pula Cegah NarkobaStreaming(CNS) radio yang meliput secara langsung acara itu.

Direktur Advokasi, Deputi Bidang Pencegahan BNN Yunis Farida Oktoris mengatakan acara ini merupakan tempat berkumpulnya semua kalangan masyarakat pecinta otomotif. Oleh karena itu kegiatan ini dianggap strategis untuk memberikan edukasi dan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba.

“harapan kita adalah, selain mengunjungi pameran otomotif ini, pengunjung juga memperoleh informasi bahaya penyalahgunaan narkoba serta berkonsultasi dan berkomunikasi langsung dengan BNN tentang penyalahgunaan narkoba. Buktinya tadi ada pengunjung yang berkonsultasi langsung tentang upaya rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba” ujar Yunis. Sementara itu Lexi, Project Manager The 18thmengatakan kehadiran BNN menjadi nuansa baru pada acara itu.

“Kita juga punya kewajiban menyampaikan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat terutama pecinta otomotif. Untuk itu kami mengajak BNN berpartisipasi pada acara ini agar dapat berkomunikasi langsung dengan pengunjung dalam rangka sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba” tutup Lexi. (oscar)

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba - BNN berhasil menangkap 3 pelaku jaringan narkotika internasional. Barang haram tersebut diambil dari entikong Kalimantan Barat meggunakan mobil, lalu ketika tersangka sampai di perbatasan mereka mengganti mobil dan kemudian masuk ke Pontianak.

Hal ini disampaikan langsung oleh kelapa BNN Komjen Budi Waseso, saat memberikan keterangan pers di kantor BNN pusat, Cawang Jakarta Timur, senin (27/03). Menurut Buwas barang bukti sabu tersebut disembunyikan dibalik pintu mobil agar bisa mengelabui petugas dilapangan. Kasus ini terus dikembangkan oleh BNN untuk mengungkap  aktor dibalik jaringan” ujar Buwas.

Tersangka ini merupakan jaringan Narkotika internasional dari Malaysia. Hal serupa juga sama pada kasus lalu, dimana barang masuk dari kalbar dan di sebarkan ke bergagai kota-kota besar khususnya Jakarta, hanya dalam kasus ini ada yang sedikit berbeda, dari segi pengemasan barang “ urai Buwas.

Biasanya barang dikemas sudah berupa butiran-butiran halus, kali ini barang di kemas dengan bentuk aslinya mirip seperti gula batu. Salah satunya tewas atas nama Apo sebagai pemesan dan penerima barang haram itu dan masing-masing korban merupakan residivis dalam kasus yang sama.

Dari penangkapan tersangka tersebut terdapat barang bukti yang disita BNN berupa sabu seberat 11.076 gram, setiap bungkus berisi 1kg sabu, 1 unit mobil, 1 unit sepeda motor, senjata api ak47 dan revolver berserta amunisi lengkap. Para tersangka di ancam pasal 114 ayat Jo 132 ayat 1, pasal 112 ayat 132 ayat 1, UU Nomer 35 tahun 2019 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Untuk itu BNN berkerja  sama dengan TNI dan juga POLRI dalam melakukan langkah tegas, agar kita tidak lagi kecolongan dalam mengungkap kasus jaringan narkotika internasional ini. Dari hasil penangkapan ini BNN berhasil menyelamatkan jutaan jiwa genarasi muda penurus bangsa. (yaser-yono).

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba - Di tahun 2016  lalu sukses menggelar  ‘Meratus Expedition 2016’ selama 8 hari, tahun ini 2017, IOX Adventure Club kembali menggelar  event yang sama, kali ini jarak dan waktu yang ditempuh lebih ekstrim ketimbang tahun lalu yakni selama 14 hari. ‘Meratus Expedition 2017’ akan mengajak 96 kendaraan peserta yang telah lulus uji seleksi yang nantinya kendaraan itu melewati jalur ekstrim yang ada di pedalaman Pegunungan  Meratus, Kalimantan Selatan. Bukan hanya itu event Meratus Expedition 2017 juga akan dihadiri peserta kehormatan, yaitu Komjen Pol. Budi Waseso yang menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ketika ditemui dilokasi securitineering (proses pemeriksaan teknis mesin/body secara detail)  para peserta Meratus Expedition 2017, pria yang akrab di sapa Buwas tersebut mengaku mengenal kendaraan jip saat beliau masih muda. “saya kenal kendaraan jip sudah sejak muda dan itu adalah salah satu obsesi dan hobi saya, karena kendaraan tersebut sangat sesuai dengan hobi saya, off-road dan berburu,” pungkas Buwas di Epiwalk Oval Plaza, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarat Selatan (25/3/2017).

Saat disinggung mengenai event ‘Meratus Expedition 2017’, Buwas mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini harus memerlukan ketangguhan mental, fisik, kecintaan dan tidak akan bisa diikuti oleh orang yang mental dan fisik nya lemah. Tapi dengan adanya event seperti ini kita akan bisa  mengenal lebih mendalam tentang Indonesia. “Meratus Expedition adalah tantangan, dan tempat kita bisa mengenal Indonesia seutuhnya,” ungkap Buwas yang menjadi peserta kehormatan Meratus Expedition 2017.

“Jauhi Narkoba, Dekati Belantara” adalah sebuah visi yang dilontarkan Pak Buwas dalam press conference Meratus Expedition 2017 tersebut, supaya memberikan cerminan bahwa kita harus jauhi narkoba, lebih baik kita lakukan kegiatan-kegiatan yang membuat kita sehat ceria.

“Saya memanfaatkan kegiatan ini untuk campaign atau memberikan edukasi kepada masyarakat di pedesaan yang di daerah terpencil yang dilewati oleh kita, karena apa narkoba sudah sampai ke tingkat-tingkat gesruk masyarakat-masyarakat bawah yang tidak paham tentang narkotika dan bahayanya oleh sebab itu kegitan ini sekaligus kita manfaatkan untuk memberikan edukasi, pemahaman, pendidikan untuk informasi kepada masyarakat dipedalaman supaya mengetahui bahaya narkotika,” tutup Buwas ". (fai)

#stopnarkoba

Jakarta, Cegahnarkoba - Badan narkotika nasional (BNN) terus melakukan sosialisasi akan bahaya narkoba agar bisa langsung menyentuh masyarakat luas dan tepat sasaran, kali ini BNN mendatangi Rumah Susun Jatinegara Barat.

Masyarakat diberi pengetahuan tentang bahaya narkoba agar tidak terjerumus, masyarakat mengaku senang dengan kegiatan sosialilsasi yang dilakukan Badan Narkotika Nasional karena masyarakat yang tinggal dirusun sadar akan bahaya narkoba" kata dewi selaku pengelola Rumah Susun Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Rabu (22/03/2017)

Bahaya penyalahgunaan narkoba berdampak kepada individu, orang tua serta keluarga dan masyarakat, untuk itu diperlukan berbagai upaya pencegahan, karena bahaya narkoba sudah tidak bisa ditawar lagi. Kegiatan sosialisasi ini juga akan terus dilaksanakan di berbagai tempat dalam rangka mewujudkan indonesia bebas narkoba. (fai-yono)

#stopnarkoba

Peredaran gelap arkotika seperti tidak ada habisnya. Kamis (16/3) Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan pemusnahan barang bukti narkotika seberat 80 KG Sabu dan 3.687 butir ekstasi. Pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN Komjen Budi Waseso di Lapangan Parkir BNN, Cawang Jakarta Timur.

Menurut kepala BNN, barang buktinarkotika  yang dimusnahkan hari ini berasal dari 3 (tiga) kasus yang berhasil diungkap oleh BNN periode bulan februari sampai maret 2017. Kepala BNN melanjutkan dengan pemusnahan barang bukti ini, BNN menyelamatkan 400.000 anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.

Sebelum dilakukan pemusnahan, masing-masing disisihkan sebanyak 170,5 gram sabu dan 15 butir ekstasi untuk keperluan IPTEK, DIKLAT dan pemeriksaan Laboratorium. Pada kesempatan itu hadir perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kejaksaan, RT/RW, serta disaksikan oleh masyarakat setempat.

Masyarakat diharapkan untuk selalu waspada terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelab narkotika. Apabila melihat dan mendengar informasi tersebut, masyarakat diminta untuk melapor melalui call center BNN (021) 80880011, SMS/Whatsapp   081-221-675-675 atau BBM   2BF297D7 (Oscar)

#stopnarkoba

Page 1 of 3
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…